Sasteralupus's Blog

April 17, 2010

tugas manajemen strategik sastera

Filed under: TUGAS — sasteralupus @ 5:33 am

1. MODEL LIMA KEKUATAN PERSAINGAN



2. BAGAN RANTAI NILAI

Analisis Rantai Nilai(Value Chain)

3. BAGAN STRATEGI M-PORTER

4.  cara mendapatkan harga pokok  berbiaya rendah dan dijual dengan harga bersaing

1.pembuatan forecasting produksi dan pendistribusian barang menjadi lebih efisien

2.pemantauan keberadaan dan ketersediaan inventory menjadi lebih mudah

3. meningkatkan promosi

4. menghemat dana dari biaya tenaga kerja

5.kerugian out of stock dan penyusutan barang, mencegah pemalsuan serta menjamin keamanan dan kelayakan produk

5. wal-mart store Inc

Wal-Mart Store Inc. adalah pengecer terbesar di dunia, yang didirikan oleh Sam Walton bersama saudaranya Bud Walton pada tahun 1962. Perusahaan Wal-Mart terdiri dari Wal-Mart Discount Stores, Wal-Mart Supercenter, Sam’s Club, Neighborhood Markets dan ASDA. Wal-Mart yang bermarkas di Bentoville, Arkansas, mulai mencatatkan sahamnya di bursa saham New York pada tahun 1972. Wal-Mart beroperasi di banyak negara, antara lain di Argentina, Brasil, Britania Raya (dengan nama ASDA), di Jepang dengan nama Seiyu, di Kanada dan Meksiko (dengan nama Walmex), di Puertorico dan di RRC.

Wal-Mart bertujuan untuk menawarkan harga rendah bagi banyak orang. Misi Wal-Mart adalah menurunkan biaya hidup dunia. Filosofi Wal-Mart adalah memungkinkan orang dari tingkat rata-rata untuk membeli lebih banyak produk serupa yang dulunya hanya tersedia bagi orang-orang kaya. Wal-Mart mengganti slogan mereka dari “Wal-Mart, always low prices, always / We Sell For Less Every Day,” menjadi “ Save Money, Live Better.” Yang berarti dengan menghemat pengeluaran, maka keluarga dapat memiliki kehidupan yang lebih baik.

Wal-Mart menyediakan produk-produk kebutuhan rumah tangga, obat-obatan, makanan, minuman dan barang-barang umum lainnya. Wal-Mart menawarkan merek toko, dimana merek label pribadinya tersebut dapat ditemukan di semua

kategori Wal-Mart. Wal-Mart juga memiliki Sam’s Choice, dimana produk

minumannya diproduksi oleh Cutt Beverages, sedangkan produk lainnya, seperti

cookies, makanan ringan, makanan beku dan sebagainya dibuat oleh berbagai produsen makanan dan agricultural. Selain itu, Wal-Mart memiliki nilai besar yang diluncurkan tahun 1993, dimana label dan kemasan diproduksi oleh sejumlah perusahaan makanan dan pertanian. Nilai besar ini menawarkan irisan roti, sayuran beku, frozen dinners, makanan kalengan, light bulbs, tas sampah, dan sebagainya. Selain itu, Wal-Mart juga menjual pakaian, homelines, Hardlines, dan sebagainya.

Wal-Mart berhasil karena mampu memperkecil marjin, memperbesar proses bisnis agar efisien, mencari penyalur yang paling murah, memotong perantara, memperkecil biaya transportasi, mengadaptasi sistim teknologi baru yang makin efisien, berkomitmen pada bisnis, mengontrol pengeluaran dan membuat parameter yang lebih tinggi untuk kepuasan konsumen.

Wal-Mart menampilkan lini produk yang luas, membuat label privat, dan menerapkan strategi penyediaan stok barang yang bervariasi. Wal-Mart memberi keterampilan pada karyawannya untuk melayani pelanggan. Sam Walton pun mengingatkan karyawannya, bahwa penghasilan mereka datang dari konsumen. Sam juga meminta agar karyawannya ramah pada pelanggan baik di toko maupun di luar toko. Wal-Mart juga memberi jenjang karir dan pensiun pada karyawannya.

Wal-Mart melaksanakan supply chain management untuk mengidentifikasi pemasok dan distributor yang lebih unggul, agar biaya perusahaan menurun, dan produktivitas meningkat, sehingga harga jual produk menjadi murah. Strategi awal Wal-Mart adalah memberi diskon, strategi diskon pada Wal-Mart adalah yang pertama di dunia. Selain itu, Wal-Mart menciptakan image baik dengan menyumbang untuk karya amal, mengurangi sampah plastik, membantu pedagang lokal, menjual bahan organik, memberi beasiswa, memperbaiki kesejahteraan karyawan dan menjalin hubungan baik dengan pesaingnya. Dan Wal-Mart mengembangkan bisnisnya dengan melakukan ekspansi di dalam maupun di luar negeri, serta memasuki sektor ritel baru.

Wal-Mart menerapkan konsep self service, sehingga transaksi penjualan dapat dilakukan di satu pusat pembayaran. Wal-Mart juga mengembangkan sistem informasi marketing untuk menganalisa perilaku konsumen, mengumpulkan data realtime dari transaksi penjualan dan pergudangan serta menjamin sistem pemasokan inventory. Wal-Mart juga menjaga Physical Efidencenya dengan lokasi yang strategis, nyaman, bersih, cukup penerangannya dan membuka toko meski pada hari libur.

Wal-Mart memanfaatkan teknologi informasi untuk mengurangi biaya perusahaan, bekerjasama dengan pemasok, mendukung ekspansi, menciptakan produk yang diferensiasi dengan penuh inovasi. Investasi pada teknologi informasi pada Wal-Mart dimaksudkan untuk membangun biaya perpindahan ke dalam hubungan antara Wal-Mart dengan pelanggan dan pemasoknya. Teknologi informasi Wal-Mart adalah teknologi informasi terbesar kedua setelah Pentagon. Wal-Mart adalah peritel pertama yang memanfaatkan komunikasi satelit global untuk pemesanan barang dagangan, pengisian barang, pemantauan barang dan bekerjasama dengan pemasok secara online dan otomatis, misalnya dengan Protector and Gamble.

Wal-Mart menggunakan label cerdas yang didasarkan dari teknologi penelusuran identifikasi frekuensi radio (RFID), yang terdiri dari pembaca, label cerdas dan microchip yang dicantelkan pada antena. Sistim RFID dimulai pertama kali di Wal-Mart pada April 2004. Dengan RFID pengecer dapat menyiagakan pengusaha pabrik sebelum rak-rak kosong dan produsen barang konsumen dapat melengkapi jaringan pasokan sehingga tidak memproduksi atau mendistribusikan barang terlalu banyak atau terlalu sedikit. Wal-Mart pun mengharuskan semua pemasok menerapkan RFID. Dengan RFID perusahaan dapat mengidentifikasi dan melacak keberadaan suatu produk. Tag RFID memiliki electronic product code (EPC) yang berisi data produk, seperti nomor seri, tanggal produksi, lokasi manufactur, tanggal kadaluarsa, dan lain-lain.

Melalui sistem point of sales Wall-Mart dapat mengidentifikasi setiap item yang dijual dengan harga yang dapat ditemukan dikomputer dan database, data penjualan menjadi akurat, serta penjualan, reordering dan inventarisasi dapat dianalisis, dan data disampaikan ke markas melalui satelit.

Wal-Mart membuat situs web multimedia untuk mengatasi persaingan dan merespon fluktuasi pasar. Wal-Mart memudahkan pelanggannya untuk dapat melakukan transaksi via ATM, kartu kredit, online melalui PDA atau handphone.

Wal-Mart menginstal jalur self checkout untuk mempercepat pelanggan yang merasa terganggu, melewati tahap final pembelanjaan. Dan dengan bar code scanners, Wal-Mart yang dapat merekam penjualan setiap item, membuat informasi untuk reordering dan analisa penjualan. Wal-Mart juga mengembangkan Universal Product Code (UPC) System, untuk mengidentifikasi produk dengan nomor dan coding yang ditampilkan dalam foto. Selain itu, Wal-Mart menerapkan trend teknologi pada mesin kasirnya, seperti trend e-Retailing, e-Price Comparation, Quick and Efficient Customer Response (QECR). Wal-Mart juga menerapkan jaringan hubungan spoke dari pusat distribusi, serta sistem manajemen pengetahuan perusahaan (Retail link) dengan membatasi pertumbuhan persediaan barang sambil membuka toko baru dan meyakinkan para pemasok untuk memanfaatkan peluang yang di dapat di ekstraksi dari keseluruhan informasi data yang ada.

Administrasi Umum

Manajemen Sumberdaya Manusia

Riset, Teknologi dan Pengembangan sistem

Pembelian

Logistik     Operasi    Logistik   Pemasaran    Pelayanan

ke dalam                     ke luar    & pejualan

Kegiatan Utama

Gambar 3.18. Rantai Nilai


April 16, 2010

tugas manajemen strategik tentang laporan penjualan produk lilin dan snack

Filed under: Uncategorized — sasteralupus @ 5:05 pm

TUGAS MANAJEMEN STRATEGIK

KELAS : 4EB05

NAMA KELOMPOK :

  1. ANDI NINDITA FADJAR ( 20206084 )
  2. FENNY DAYANI ( 20206356 )
  3. HENI WULANDARI ( 20206428 )
  4. RETNO SARWOEDY P ( 20206794 )
  5. RIZKI MUTI AGUSTIANI ( 20206855 )
  6. ADITHYA SAPUTRA ( 21206210 )
  7. INDRA HERMAWAN ( 21206210 )
  8. SASTERA ( 21206169 )

UNIVERSITAS GUNADARMA

2010


Latar Belakang

Di zaman modern ini banyak sekali pengangguran di Indonesia. Kita tidak dapat menuggu atau mengandalkan pekerjaan dari seseorang atau instansi tertentu. Dizaman ini kita dituntut untuk dapat kreatif dan inovatif dalam menciptakan suati lapangan pekerjaan baru.

Untuk itu kami memutuskan untuk menjual suatu produk. Produk yang mungkin belum terpikirkan oleh orang lain. Kami memilih produk lilin souvenir dan snack ( makanan ringan ). Produk lilin kami beri nama EIGHT CANDLE. Kami memilih produk lilin karena banyaknya variasi bentuk dan sebagai alternatif kebutuhan pada saat listrik padam, serta bisa digunakan sebagai hadiah.

Produk lilin souvenir ini terdiri dari 2 (dua) bentuk yaitu bunga mawar dan bunga anggrek dengan dan 3 (tiga) warna yaitu pink, merah marun dan biru. Selain itu, pada produk kami mencantumkan logo produk.

Kami memutuskan untuk membeli produk jadi karena selain kami dapat memilih beraneka ragam bentuk, biayanya lebih rendah dari pada membuat sendiri. Selain itu, kami juga dapat menghemat waktu.

(Blue orchid)                                 (Pink Rose)                                       (Maroon Orchid)

Untuk memanfaatkan modal yang terkumpul dari penjualan lilin, maka modal tersebut dimanfaatkan dengan pembelian produk lain. Selain itu juga untuk memaksimalkan keuntungan yang akan didapat, kami sepakat untuk membeli produk yang banyak diminati dan tentunya dengan harga terjangkau.

Produk yang banyak diminati dengan harga yang terjangkau menurut kami lebih mudah untuk dijual berarti modal cepat kembali dan memiliki resiko produk tidak terjual lebih kecil.

Dengan adanya alasan tersebut dan tujuan sasaran pasar kami, yaitu lingungan kampus, kami mengambil keputusan untuk menjual aneka macam snack ( makanan ringan ). Produk kami beri nama KRIP’Z. Kami memilih produk ini karena kita semua tahu bahwa snack banyak diminati oleh konsumen, selain itu kita dapat memilih beraneka ragam snack dengan harga terjangkau dan dapat dijual dengan harga layak. Keunggulan dari produk snack ini adalah dari rasanya yang gurih dan renyah, harganya murah, komposisi isinya sesuai dengan harga, tahan lama, dapat dikonsumsi sehari-hari.

( Potato Krip’z )                         ( Coklat Krip’z )                        ( Balado Krip’z )

I. Lokasi Pembelian Bahan Baku

Kami membeli produk lilin souvenir di pasar Jatinegara, Jakarta Timur. Produk snack kami beli di Toko PD Sahabat Jaya, Jl. Raya Bogor KM 24 ( Jl. H. Husin No. 18 ) Cijantung, Jakarta Timur. Telp : ( 62-21) 8400768, 8400184.

II. Daerah Pemasaran

  1. Kampus Gunadarma ( Kampus D,E,G).          6. Kebayoran Lama.
  2. Lenteng Agung.                                                       7. Cipondoh
  3. Ragunan.                                                                  8. Depok (Kapuk).
  4. Lebak Bulus.                                                            9. Cibubur.
  5. Radio Dalam.                                                           10. Karawang

III. Laporan Keuangan

Laporan Laba Rugi Produk Lilin

Penjualan 49 x Rp 5.000,- Rp. 245.000,-
Persediaan awal =          0
Pembelian @ 50 x Rp. 3.000,- = Rp. 150.000    +
BTUD = Rp. 150.000,-
Persediaan akhir 0            –
Biaya penjualan Rp. 150.000    –
Laba kotor Rp.   95.000,-
Biaya-biaya :
–          Biaya transportasi: Rp. 25.000,- (@ 4 orang )
–          Biaya logo           : Rp.   5.000,-
–          Biaya komunikasi: Rp.   5.000,-      +
Total biaya Rp.   35.000       –
Laba bersih Rp.   60.000,-
Keterangan :
Modal awal Rp. 200.000,-
Biaya  Lilin Rp. 185.000,-    –
Sisa Rp.   15.000,-

Laporan Laba Rugi Produk Snack

Penjualan :
–          Potato 9 x  Rp. 7000,- = Rp. 63.000,-
–          Stik balado 10 x Rp. 8000,- = Rp. 80.000,-
–          Stik cokelat (6 x Rp. 2000) + (2 x Rp. 5000) = Rp. 22.000,-
–          Kripik bawang 6 x Rp. 2500,- = Rp. 15.000,-   +
Total penjualan Rp. 180.000,-
Persediaan awal 0
Pembelian Rp. 89.500,-    +
BTUD Rp. 89.500,-
Persediaan akhir 0             –
Biaya penjualan Rp.  89.500,-    –
Laba kotor Rp.  90.500,-
Biaya-biaya :
–          Biaya transportasi : Rp. 20.000,-
–          Biaya logo Rp. 20.000,-
–          Biaya kemasan Rp.   5.000,-  +
Total biaya Rp.  45.000,-
Laba bersih Rp.  45.500,-
Total laba = Rp. 15.000 +    Rp. 60.000 +       Rp.    45.500    = Rp.    120.500,-

IV. Struktur Organisasi


Job description

1. Ketua :

  • Memimpin jalannya kegiatan
  • Memberikan arahan kepada setiap bagian
  • Membuat keputusan

2. wakil ketua :

  • Membantu ketua dalam menetapkan keputusan

3.  Bagian Keuangan

  • Menyusun anggaran keuangan
  • Mencatat pendapatan dan pengeluaran dari penjualan
  • Membuat laporan keuangan

4. Bagian Pemasaran

  • Memberikan informasi kepada setiap bagian yang berkaitan dengan kegiatan
  • Survei tempat untuk membeli produk dan pangsa pasar yang akan dituju untuk menjual produk
  • Mempromosikan produk yang dijual

5. Bagian Kreatif

  • Membuat kreatifitas untuk menunjang penampilan produk yang dijual, seperti membuat design logo dan kemasan untuk produk yang dijual.

V. Dokumentasi Penjualan Eight Candle

VI. Dokumentasi Penjualan snack Krip’z

(variasi produk)

(lokasi pembelian produk)

January 7, 2010

Klarifikasi Istilah Teknis Auditing Di lingkungan Pengawasan Pemerintah

Filed under: TUGAS — sasteralupus @ 9:03 pm

Banyaknya istilah teknis auditing yang digunakan oleh berbagai pihak yang
menyangkut atau berkaitan dengan pengawasan, terkadang sulit untuk dimengerti
atau dipahami karena rujukannya yang kurang jelas, dan acapkali istilah yang
berbeda digunakan untuk pekerjaan yang sama. Sementara suatu istilah dapat
berbeda pengertiannya diantara pemakai atau bahkan diantara pedoman audit yang
berlaku.
Atas dasar itu Pusat Penelitian dan Pengembangan Pengawasan BPKP,
memandang perlu melakukan upaya pengklarikasian berbagai istilah teknis auditing
yang selama ini telah banyak digunakan namun tanpa pemahaman yang seragam
baik yang sifatnya kontroversial maupun non kontroversial, yaitu :
A. ISTILAH KONTROVERSIAL
1. Pengawasan dan Pengendalian
Istilah pengawasan dan pengendalian bukan istilah yang dapat saling
menggantikan, pengendalian mengandung pengertian yang lebih luas dari
pengawasan dari segi resultantenya dan tindakan korektif yang diperlukan.
“Pengawasan” adalah segala yang berkaitan dengan proses penilikan,
penjagaan serta pengarahan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, agar
objek yang diawasi berjalan menurut semestinya.
“Pengendalian” adalah suatu rangkaian kegiatan yang mencakup pengawasan
atas kemajuan kegiatan serta pemanfaatan hasil pengawasan tersebut untuk
melaksanakan tindakan korektif dalam rangka mengarahkan pelaksanaan
kegiatan agar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan
2. Audit dan Pemeriksaan
Walaupun istilah pemeriksaan telah digunakan secara tradisional sebagai
terjemahan auditing, guna mempertajam kesamaan bahasa hendaknya istilah
auditing digunakan sebagai istilah yang baku.
Dalam hal ini audit didefinisikan sebagai suatu proses sistematik untuk
memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataanpernyataan
tentang kegiatan-kegiatan dan kejadian ekonomi untuk menentukan
tingkat kesesuaian antara pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah
ditetapkan atau kriteria teoritis, serta mengkomunikasikan hasilnya kepada pihakpihak
yang berkepentingan.
3. Audit Keuangan (Financial Audit) dan Audit Umum (General Audit)
Audit umum bukanlah merupakan suatu jenis audit, penggunaan audit umum
harus diartikan sebagai istilah yang menggambarkan sifat Financial Audit yaitu
yang mencakup sasaran menyeluruh meliputi aktvia, hutang, dan modal. Hal ini
sebagai bandingan terhadap istilah Special Audit yang meliputi lingkup yang
khusus, misalnya audit atas ketertagihan piutang.
Untuk menghindari kerancuan maka istilah audit keuangan hendaknya digantikan
dengan audit atas laporan keuangan.
Audit atas Laporan Keuangan (Financial Audit) adalah audit yang dilakukan
untuk memberikan pernyataan pendapat akuntan/auditor yang independen
mengenai kewajaran penyajian laporan keuangan auditan atas penggunaan
dana APBN/D (rutin/proyek) ataupun suatu entitas organisasi perusahaan.
Klarifikasi
Istilah Teknis Auditing
Di lingkungan Pengawasan Pemerintah
2
4. Audit Operasional, Audit Manajemen, Audit atas Program, dan Audit Kinerja
Audit kinerja secara substansial tidak berbeda dengan Audit Operasional yang
didalamnya mencakup pengertian Audit Manajemen dan Audit atas Program
(sifatnya lebih kecil dan khusus lingkupnya), dalam hal ini sama-sama
mengandung unsur evaluasi atas efektivitas.
Audit kinerja dapat didefinisikan sebagai penilaian terhadap operasi suatu
organisasi apakah dapat berjalan dengan efisien ekonomis, dan efektif.
5. Audit Komprehensif
Audit komprehensif merupakan istilah yang berkaitan dengan mandat audit yang
diperlukan untuk memungkinkan pelaksanaan jenis-jenis audit secara simultan
guna mencakup area yang luas dan mencegah pelaksanaan audit yang
berulang-ulang atau tumpang tindih atas suatu auditan.
Audit komprehensif adalah suatu pendekatan audit dengan menetapkan berbagai
tipe audit, seperti audit atas laporan keuangan, audit kinerja, dan atau audit
lainnya, atas berbagai aspek yang menjadi lingkup audit dalam suatu penugasan
audit.
6. Pemeriksaan Serentak (Pemtak)
Pemeriksaan serentak tidak tepat dikatakan sebagai jenis audit melainkan hanya
merupakan salah satu istilah teknis yang mencerminkan waktu atau saat auditor
melaksanakan audit.
Istilah serentak dalam praktek audit dilingkungan pemerintahan mempunyai arti
penting karena akan menyajikan informasi yang lebih menyeluruh atas
pelaksanaan proyek-proyek pada suatu instansi, atau seluruh proyek-proyek
pemerintah. Karenanya istilah pemeriksaan serentak harus diubah menjadi “Audit
Proyek Serentak”.
Audit Proyek Serentak adalah audit keuangan dan ketaatan terhadap
pelaksanaan proyek-proyek pemerintah yang dilakukan secara serentak guna
dapat menyajikan informasi atau gambaran secara umum atas pelaksanaan
proyek-proyek pemerintah tersebut.
7. Pemeriksaan Kemudian (Post Audit)
Pemeriksaan Kemudian (Post Audit) adalah audit yang dilakukan ketika periode
akuntansi untuk seluruh kegiatan yang diaudit telah selesai, dengan kata lain
telah tersedia assersi manajemen yang akan diverifikasi, atau
kejadian/peristiwa/transaksi telah selesai.
Audit pada periode berjalan adalah audit yang dilakukan ketika periode akuntansi
untuk kegiatan yang di audit sedang dalam proses, atau
kejadian/peristiwa/transaksi sedang berlangsung.
Audit pendahuluan adalah aktivitas komunikasi terhadap auditan sebelum
pekerjaan lapangan dilakukan.
Audit atas pengadaan barang dan jasa adalah suatu audit terhadap pengadaan
barang dan jasa dalam rangka meneliti kebenaran jumlah, kualitas barang dan
jasa serta kewajaran harganya.
8. Audit Khusus (Special Audit)
Audit khusus adalah audit yang dilakukan atas lingkup audit yang bersifat
khusus. Dengan demikian audit khusus yang bertujuan menilai kasus tidak
lancarnya pelaksanaan pembangunan dapat digunakan istilah Audit Khusus atas
Ketidak Lancaran Pelaksanaan Pembangunan (KTLPP). Berkaitan audit khusus
yang bertujuan untuk mengungkapkan kecurangan digunakan istilah Audit
Khusus atas kecurangan.
3
Dari uraian tersebut Audit Khusus adalah audit yang dibatasi dengan ruang
lingkup yang sempit untuk mendapatkan simpulan audit yang lebih mendalam
dan lengkap.
9. Pengawasan Aspek Strategis (Was Astra)
Pengawasan Astra merupakan istilah dari audit Operasional atau Audit atas
Program dengan lingkup tertentu yang sifatnya strategis atau sebagai hal yang
strategis dari kebijaksanaan pemerintah. Karenanya Pengawasan Aspek
Strategis akan berkembang terus sesuai dengan arah pengembangan lembaga
dan paradigma kerja Auditor Internal Pemerintah. Apabila mengarah pada jasa
konsultansi, maka jenis audit operasional, audit atas program, atau evaluasi akan
lebih banyak dilakukan, namun bila mengarah pada penugasan audit maka istilah
pengawasan aspek strategis lebih tepat diganti dengan audit atas program, dan
jika mengarah pada penugasan evaluasi maka digunakan istilah Evaluasi atas
Program.
10. Evaluasi
Secara historis Evaluasi merupakan bagian dari langkah-langkah audit yang
terstandarkan, namun telah berkembang sehingga meliputi kegiatan penilaian
dalam arti luas.
Evaluasi berbeda dengan audit, karena evaluasi terfokus pada pencapaian hasil
atas kerja sedangkan audit di samping menilai kinerja juga menilai kewajaran
dan akurasi proses pencapaian kinerja.
Evaluasi adalah proses pembandingan antara suatu praktik (pelaksanaan
kegiatan) dengan kebijakan yang telah ditetapkan, guna memberikan penilaian
terhadap hasil, manfaat dan dampak yang diperoleh dari pelaksanan kegiatan
tersebut.
11. Pengawasan Sejak Tahap Perencanaan
Pengawasan sejak tahap perncanaan bukan dimaksudkan sebagai jenis audit,
istilah ini lebih merupakan “Sistem Pengendalian Manajemen”(pengawasan
melekat) yang diterapkan dalam proses perencanaan pembangunan untuk
meyakinkan keberadaan ukuran-ukuran pengendalian secara optimal.
Istilah Pengawasan Sejak Perencanaan merupakan suatu upaya penerapan
prinsip pengendalian manajemen dalam tiap tahap proses perencanaan
pembangunan untuk meyakinkan bahwa perencanaan pembangunan
terdokumentasi, dapat diverifikasi dan dapat dipertangungjawabkan.
12. Pengawasan Melekat (Waskat)
Waskat bukanlah sesuatu yang dapat dipisahkan dari organisasi dan
manajemen, dalam hal ini waskat melekat pada sistem yang dikembangkan.
Pengawasan atasan langsung merupakan sub sistem pengawasan berupa
supervisi dari atasan pada bawahan. Secara lebih luas waskat merupakan
internal check antara orang dengan orang, bagian dengan bagian.
Dengan demikian waskat hendaknya tidak dipahami sebagai Pengawasan
Atasan Langsung. Waskat adalah segala upaya yang melekat dan terjalin
(permeated) dalam proses manajemen, sebagai perwujudan kendali.
13. Pengawasan Fungsional (Wasnal)
Sering terjadi kontroversi antara Pengawasan Melekat dengan Pengawasan
Fungsional. Pengawasan Melekat merupakan suatu sistem pengendalian
manajemen, sedangkan Pengawasan Fungsional menunjukan pengawasan yang
dilakukan oleh orang atau lembaga yang ditugaskan khusus untuk fungsi
pengawasan.
4
Pengawasan fungsional terkait dengan instansi yang ikut bertanggungjawab
melaksanakan fungsi pengawasan agar kebijakan pembangunan dapat berjalan
sebagaimana mestinya, untuk melaksanakannya intansi-instansi tersebut dibagi
tugas secara fungsional.
Pengawasan fungsional adalah pengawasan yang dilakukan oleh Instansi
Pemerintah sebagai satu rangkaian manajemen pemerintahan dengan maksud
untuk meyakinkan kebijakan pembangunan dapat berjalan sebagaimana
mestinya.
14. Pengawasan Masyarakat (Wasmas)
Pengawasan masyarakat adalah merupakan usaha pengikutsertaan masyarakat
dalam pengawasan agar kebijakan pembangunan berjalan sebagaimana
mestinya, dan mengandung maksud mendorong akuntabilitas publik. Dalam
wasmas ini masyarakat dapat menyampaikan informasi tentang kegiatan
pembangunan yang dilakukan oleh aparat pemerintah atau pihak lain yang
ditunjuk oleh pemerintah, informasi tersebut dapat berupa umpan balik, sasaran
dan gagasan, maupun keluhan.
B. ISTILAH NON KONTROVERSIAL
1. Tax Auditing
Istilah Tax Auditing hendaknya disebut dengan istilah Audit Pajak yang dapat
didefinisikan sebagai suatu rangkaian kegiatan untuk mencari, mengumpulkan,
dan mengolah data dan atau keterangan lainnya dalam rangka pengawasan
kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan berdasarkan ketentuan peraturan
perundang-undangan perpajakan
2. Fraud Auditing
Istilah Fraud Auditing hendaknya disebut dengan istilah Audit atas Kecurangan,
yang dapat didefinisikan sebagai Audit Khusus yang dimaksudkan untuk
mendeteksi dan mencegah terjadinya penyimpangan atau keurangan atas
transaksi keuangan.
Fraud auditing termasuk dalam audit khusus yang berbeda dengan audit umum
terutama dalam hal tujuan yaitu fraud auditing mempunyai tujuan yang lebih
sempit (khusus) dan cenderung untuk mengungkap suatu kecurangan yang
diduga terjadi dalam pengelolaan asset / aktiva.
3. Social Audit
Social audit atau audit sosial adalah audit yang menyangkut pemantauan,
penilaian dan pengukuran prestasi perusahaan dan keterlibatannya dengan
masalah-masalah sosial. Audit sosial dapat dilakukan terhadap masalah
lingkungan hidup, produksi, keselamatan kerja, pemberian lowongan kerja,
penggajian, pensiun dan jaminan hari tua dan lain-lainnya yang berhubungan
dengan kepentingan sosial.
4. Quality Audit
Quality audit atau audit mutu dapat didefinisikan sebagai suatu pemeriksaan
yang sistematik dan independen untuk menentukan apakah kualitas aktivitas dan
pencapaian hasil sesuai dengan rencana yang sudah dirancang, dan apakah
rancangan tersebut dapat diimplementasikan secara efektif dalam pencapaian
tujuan.
5
Dengan demikian quality audit merupakan suatu alat manajemen yang
digunakan untuk mengevaluasi, mengkonfirmasi, atau memverifikasi aktivitas
yang berhubungan dengan kualitas.
5. Single Audit
Single audit bukanlah jenis audit, tetapi merupakan pendekatan yang digunakan
untuk melaksanakan audit secara efisien. Single audit dapat disebut sebagai
audit tunggal dengan maksud untuk meniadakan duplikasi (tumpang tindih) audit
dalam waktu bersamaan untuk berbagai kepentingan.
6. Risk Based Auditing
Risk based auditing atau audit berpeduli resiko adalah suatu audit yang dimulai
dengan proses penilaian resiko audit, sehinga dalm perencanaan, peaksanaan,
dan pelaporan auditnya lebih difokuskan pada area-area penting yang beresiko
dari penyimpangan, kecurangan.
Dengan demikian audit berbasis resiko bukanlah merupakan suatu jenis audit,
tetapi lebih merupakan suatu pendekatan dalam melaksanakan suatu audit.
7. Legal Auditing
Legal audit atau audit ketaatan adalah suatu proses yang sistematis untuk
menentukan apakah kegiatan suatu entitas itu sesuai atau tidak dengan standar
atau kebijakan yang dikeluarkan oleh manajemen atau hukum dan peraturan
pemerintah yang berlaku.
8. Due Deligent Audit
Due deligence audit didefinisikan sebagai suatu audit yang mendalam dan
menyeluruh dari segala aspek yang diarahkan untuk suatu tujuan tertentu, agar
dapat melindungi kepentingan klien (umumnya dikalangan perbankan).
Dalam hal ini bank memberikan hak kepada pemeriksa untuk meminta konfirmasi
kepada manajemen mengenai kebenaran laporan keuangan biasanya
pemeriksaan yang dilakukan secara langsung terhadap bank.
9. Audit Lingkungan
Audit lingkungan adalah proses verifikasi sistematis dan terdokumentasi
terhadap perolehan dan evaluasi bukti audit yang dilakukan secara objektif untuk
menentukan bahwa suatu aktivitas lingkungan, kejadian, kondisi, sistem
manajemen, atau informasi tertentu tentang masalah lingkungan sesuai dengan c
kriteria audit, dan melaporkan hasil dari proses ini kepada klien.
10. Katalisator
Katalisator dalam internal auditing merupakan suatu fungsi auditor internal untuk
membantu anggota organisasi secara langsung dalam mempercepat suatu
penyelesaian masalah dan pencapaian tujuan sesuai dengan ruang lingkup
kewenangannya.
11. Objek Pemeriksaan (obrik)
Istilah obrik tidak hanya dimaksudkan sebagai entitas ekonomi atau instansi yang
diaudit tetapi dapat berupa aktivitas, program, fungsi, atau operasi suatu entitas
yang dinilai mempunyai masalah audit yang potensial.
6
12. Electronic Data Processing (EDP) Audit
EDP audit adalah suatu proses pengumpulan dan evaluasi bukti untuk
menetapkan apakah sistem (pembukuan) komputer dapat mengamankan harta,
menjaga integritas data, tujuan organisasi dapat tercapai dengan efektif dengan
penggunaan sumber-sumber daya secara efisien.
13. Audit Eksternal dan Audit Internal
Audit eksternal adalah suatu proses pemeriksaan yang sistematik dan objektif
yang dilakukan oleh auditor eksternal (independent) terhadap laporan keuangan
suatu perusahaan atau unit organisasi lain dengan tujuan untuk memberikan
pendapat mengenai kewajaran keadaan keuangan dan hasil usaha
perusahaan/unit organisasi tersebut.
Audit internal merupakan pengawasan manajerial yang fungsinya mengukur dan
mengevaluasi sistem pengendalian dengan tujuan membantu semua anggota
manajemen dalam mengelola secara efektif pertanggungjawabannya dengan
cara menyediakan analisis, penilaian, rekomendasi dan komentar-komentar yang
berhubungan dengan kegiatan-kegiatan yang ditelaah.
14. Audit Pemerintah
Audit pemerintah adalah pengawasan terhadap penyelenggaraan dan
pengelolaan pemerintahan, dengan Presiden selaku top eksekutif yang
menjalankan pemerintahannya sesuai amanat stakeholders. Audit ini bertujuan
untuk mewujudkan clean government dan good governance.
15. Audit Independent
Audit independen adalah pengawasan yang dilakukan dengan sikap mental yang
tidak memihak, kecuali kepada fakta yang didapat dalam proses pelaksanaan
audit.

Hobi yang Menghasilkan Uang

Filed under: TULISAN — sasteralupus @ 6:46 pm

Sudah bukan jamannya menggantungkan diri gaji dan perusahaan tempat bekerja, sebab masih tingginya risiko PHK yang menyebabkan Anda kehilangan pekerjaan. Jika Anda mempunyai hobi yang digilai, mengapa tidak mencoba mendapatkan penghasilan tambahan dari hobi tersebut. Daripada terus menerus dituding sebagai salah satu biang pemborosan, marilah kita mengusahakan hobi kita agar menjadi mesin uang.

Kegilaan orang akan hobi yang ditekuninya, dapat dengan mudah kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya seseorang yang hobi berburu barang-barang antik bisa menghabiskan banyak waktu, tenaga dan bahkan uang sampai ratusan juta rupiah yang bagi orang lain seperti sia-sia. Bandingkan dengan tingkah orang yang yang hobi dengan burung perkutut atau ikan Louhan ?

Mungkin terasa tidak masuk akal bagi orang lain. Hobi boleh dibilang sebagai sebuah pemenuhan kebutuhan batiniah untuk melepaskan diri dari kejenuhan dan kelelahan karena rutinitas harian dalam mencari nafkah. Karena sifatnya itulah, yang berlaku dalam soal hobi adalah kesenangan yang tak terhingga. Ketika hobi diboyong ke dalam wilayah bisnis, meski perhitungan laba-rugi, kelayakan usaha, peluang dan lain sebagainya juga dijadikan pertimbangan tapi instinglah yang lebih dominan. Ungkapan yang sering terdengar, nggak masalah untung atau buntung yang penting hobi !

Bekerja Dengan Senang Hati

Tapi itulah sebabnya mengapa kegiatan usaha yang berawal dari hobi seringkali berhasil dengan baik. Dimana salah satu kunci untuk memulai usaha yang sukses adalah bekerja dengan senang hati, seolah kita sedang mengerjakan hobi sampai-sampai lupa waktu dan tidak kenal lelah. Yang pasti ada kesungguhan baik dalam memulai usaha hingga mengembangkannya dan melakukan sesuatu dengan landasan cinta, bukan keterpaksaan agar kita bekerja untuk hasil yang terbaik dan penuh keikhlasan

Tidak heran jika banyak orang memulai suatu bisnis adalah karena kegemaran atau hobi. Bayangan mendapatkan penghasilan besar dengan melakukan pekerjaan yang disukai memang menjadi keinginan banyak orang. Sebab biasanya orang memang melakukan hal yang terbaik untuk kegiatan yang disukainya, sehingga tidak heran jika hasilnya juga maksimal. Hobi yang dilakukan dengan tujuan awal melepaskan stress, kemudian malah menghasilkan uang tentunya menjadi bonus yang sangat menyenangkan.

Langkah Awal Mengubah Hobi Menjadi Bisnis

Satu hal yang berat dalam melakukan usaha ialah melakukan langkah pertama. Meski demikian, langkah pertama tetap saja melakukannya. Bukankah hal-hal besar itu berawal dari yang kecil, dan langkah seribu, tidak mungkin terjadi tanpa langkah pertama. Apa saja yang harus dilakukan agar hobi kita bisa menghasilkan uang, berikut ini adalah caranya :

1. Luangkan waktu lebih banyak untuk menekuni hobi Anda, dan hasilkan hasil karya dengan kualitas yang lebih baik dan kuantitas yang lebih banyak. “ Practise makes perfect “ dengan terus berlatih maka kita akan menghasilkan karya yang semakin baik. Hasil karya yang berkualitas tentunya meningkatkan nilai jualnya, apalagi jika banyak orang yang menekuni hobi yang sama, tentunya produk Anda harus mempunyai nilai lebih dibandingkan produk sejenis. Paling tidak hasil karya Anda mampu bersaing di pasaran. Masalahnya ketika hobi yang biasanya dilakukan diwaktu luang jika akhirnya menjadi rutinitas, maka si pehobi cenderung menjadi malas melakukannya.

Hal ini secara alamiah memang terjadi, namun itulah konsekuensi dari perubahan hobi menjadi bisnis. Supaya Anda tidak tersiksa dalam proses perubahan ini, maka lakukanlah secara perlahan atau bertahap, jangan memaksakan diri untuk meluangkan waktu jauh lebih banyak, tetapi sedikit lebih banyak saja dari waktu ke waktu. Misalnya jika bisanya Anda membuat hasil karya sebulan sekali, maka jangan memaksa diri untuk membuat hasil karya seminggu sekali. Tingkatkan produktifitas menjadi sebulan dua kali, kemudian jika sudah merasa nyaman dengan ritme kerja yang baru, jangan ragu-ragu untuk meningkatkan produktifitas setingkat lebih tinggi lagi.

2. Tambah terus pengetahuan Anda, bisa melalui kursus-kursus, seminar, atau pelatihan yang berhubungan dengan hobi Anda. Biasanya dalam kursus Anda akan mendapatkan semacam sertifikat yang nantinya bisa menaikkan prestise dan kepercayaan pelanggan, sehinggga meningkat daya jual hasil karya Anda. Selain melalui kursus ada banyak cara yang lebih murah untuk menambah pengetahuan anda, dengan melalui buku, majalah, internet dan berbagai media informasi lainnya.

3. Belajar langsung dari orang–orang yang sudah ahli atau sudah sukses menjalankan hobi tersebut. Mendapatkan mentor atau bergaul dengan orang yang mempunyai hobi sama juga bisa menjadi cara yang terbaik bagaimana menghasilkan karya yang terbaik dan kompetitif dari segi kulitas juga harga. Sebab yang terpenting dari sebuah hobi yang jadi bisnis adalah apakah orang mau membeli hasil karya yang Anda hasilkan, dan berapa orang mau membayar untuk itu. Nah, dari mereka yang sudah berhasil di hobi yang jadi bisnis yang Anda minatilah Anda bisa mendapatkan informasi mengenai cara menjalankan bisnis tersebut dengan sukses. Lagipula dengan bergaul dengan mereka, hasil karya dan keterampilan anda selalu diukur kemajuanya oleh orang yang kompeten dibidangnya.

Selain itu berada dalam lingkungan yang memiliki minat yang sama juga akan meningkatkan motivasi Anda dalam berbisnis. Jika ada perkumpulan dalam hobi Anda, usahakan untuk bergabung dan aktif. Beberapa hobi mempunyai perkumpulan untuk mewadahi orang-orang yang menggemari hobi yang sama. Ada banyak manfaat yang bisa Anda dapat dengan mengikuti perkumpulan, antara lain : mendapatkan perkembangan terbaru serta informasi-informasi mengenai hobi Anda yang mungkin bisa dimanfaatkan dalam mencari peluang, meningkatkan peluang mendapatkan calon pelanggan, memperoleh promosi gratis untuk usaha Anda, memperluas network.

4. Tawarkan hasil karya Anda dari satu toko ke toko lain, dari satu orang ke orang lain. Tentu saja, anda diharapkan tak mudah patah semangat jika produk yang anda tawarkan di tolak. dan juga, jangan malu. Dari pengalaman diketahui, orang-orang terdekat bisa menjadi konsumen awal. Cara ini, juga bisa membantu mengatasi kesulitan modal keuangan, karena mereka bisa diminta membayar dimuka, sebelum barang dibuat atau diantarkan

Pada akhirnya semua kembali kepada pilihan kita masing-masing, sebab tidak semua orang beruntung memiliki hobi, atau memiliki hobi yang berpotensi menghasilkan uang. Banyak orang yang tertunda membuka usaha sebab masih bingung menentukan bidang usaha yang diminati. Tetapi bukan berarti jika tidak mempunyai hobi, kemudian tertutup kemungkinan membuka usaha, sebab banyak sumber ide bisnis lainnya yang bisa Anda lakukan.

Kuncinya adalah apapun yang Anda pilih, cintailah ! Dengan melakukan pekerjaan yang dicintai, Anda seperti mempunyai layaknya hobi. Sebaliknya banyak juga orang yang sudah memiliki hobi, namun belum berminat mengubahnya menjadi bisnis yang menghasilkan uang. Mudah-mudah tulisan kali ini menambah wawasan Anda terhadap peluang dan potensi bisnis dari hobi.

Pengertian Etika

Filed under: TUGAS — sasteralupus @ 6:39 pm

Etika disebut juga filsafat moral adalah cabang filsafat yang berbicara tentang praxis (tindakan) manusia. Etika tidak
mempersoalkan keadaan manusia, melainkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak. Tindakan manusia
ini ditentukan oleh bermacam-macam norma.
Norma ini masih dibagi lagi menjadi norma hukum, norma moral, noprma agama dan norma sopan santun. Norma
hukum berasal dari hukum dan perundang-undangan,norma agama berasal dari agama sedangkan norma moral
berasal dari suara batin. Norma sopan santun berasal dari kehidupan sehari-hari sedangkan norma moral berasal dari
etika. Etika dan etiket
Etika berarti moral sedangkan etiket berarti sopan santun. Dalam bahasa Inggeris dikenal sebagai ethics dan etiquette.
Antara etika dengan etiket terdapat persamaan yaitu:
(a) etika dan etiket menyangkut perilaku manusia. Istilah tersebut dipakai mengenai manusia tidak mengenai binatang
karena binatang tidak mengenal etika maupun etiket.
(b) Kedua-duanya mengatur perilaku manusia secara normatif artinya memberi norma bagi perilaku manusia dan
dengan demikian menyatakan apa yag harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilkukan. Justru karena sifatnya
normatif maka kedua istilah tersebut sering dicampuradukkan.
Adapun perbedaan antara etika dengan etiket ialah:
(a) etiket menyangkut cara melakukan perbuatan manusia. Etiket menunjukkan cara
yang tepat artinya cara yang diharapkan serta ditentukan dalam sebuah kalangan tertentu. Misalnya dalam makan,
etiketnya ialah orang tua didahulukan mengambil nasi, kalau sudah selesai tidak boleh mencuci tangan terlebih dahulu.
Di Indonesia menyerahkan sesuatu harus dengan tangan kanan. Bila dilanggar dianggap melanggar etiket. Etika tidak
terbatas pada cara melakukan sebuah perbuatan, etika memberi norma tentang perbuatan itu sendiri. Etika menyangkut masalah apakah sebuah perbuatan boleh dilakukan atau tidak boleh dilakukan.
(b) Etiket hanya berlaku untuk pergaulan. Bila tidak ada orang lain atau tidak ada saksi mata, maka etiket tidak berlaku.
Misalnya etiket tentang cara makan. Makan sambil menaruh kaki di atas meja dianggap melanggar etiket dila dilakukan
bersama-sama orang lain. Bila dilakukan sendiri maka hal tersebut tidak melanggar etiket. Etika selalu berlaku
walaupun tidak ada orang lain. Barang yang dipinjam harus dikembalikan walaupun pemiliknya sudah lupa.
(c) Etiket bersifat relatif. Yang dianggap tidak sopan dalam sebuah kebudayaan, dapat saja dianggap sopan dalam
kebudayaan lain. Contohnya makan dengan tangan, bersenggak sesudah makan. Etika jauh lebih absolut. Perintah
seperti “jangan berbohong”, “jangan mencuri” merupakan prinsip etika yang tidak dapat
ditawar-tawar.
(d) Etiket hanya memadang manusia dari segi lahirian saja sedangkan etika memandang manusia dari segi dalam.
Penipu misalnya tutur katanya lembut, memegang etiket namun menipu. Orang dapat memegang etiket namun munafik
sebaliknya seseorang yang berpegang pada etika tidak mungkin munafik karena seandainya dia munafik maka dia tidak
bersikap etis. Orang yang bersikap etis adalah orang yang sungguh-sungguh baik. Etika dan ajaran moral
Etika perlu dibedakan dari moral. Ajaran moral memuat pandangan tentang nilai dan norma moral yang terdapat pada
sekelompok manusia. Ajaran moral mengajarkan bagaimana orang harus hidup. Ajaran moral merupakan rumusan
sistematik terhadap anggapan tentang apa yang bernilai serta kewajiban manusia.
Etika merupakan ilmu tentang norma, nilai dan ajaran moral. Etika merupakan filsafat yang merefleksikan ajaran moral.
Pemikiran filsafat mempunyai 5 ciri khas yaitu bersifat rasional, kritis, mendasar, sistematik dan normatif (tidak sekadar
melaporkan pandangan moral melainkan menyelidiki bagaimana pandangan moral yang sebenarnya).
Fungsi etika
Etika tidak langsung membuat manusia menjadi lebih baik, itu ajaran moral, melainkan etika merupakan sarana untuk
memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan pelbagai moralitas yang membingungkan. Etika ingin menampilkan
ketrampilan intelektual yaitu ketrampilan untuk berargumentasi secara rasional dan kritis.
Orientasi etis ini diperlukan dalam mengabil sikap yang wajar dalam suasana pluralisme. Pluralisme moral diperlukan
karena:
(a) pandangan moral yang berbeda-beda karena adanya perbedaan suku, daerah budaya dan agama yang hidup
berdampingan;
(b) modernisasi membawa perubahan besar dalam struktur dan nilai kebutuhan masyarakat yang akibatnya menantang
pandangan moral tradisional;
(c) berbagai ideologi menawarkan diri sebagai penuntun kehidupan, masing-masing dengan ajarannya sendiri tentang
bagaimana manusia harus hidup.

Etika secara umum dapat dibagi menjadi etika umum yang berisi prinsip serta moral dasar dan etika khusus atau etika
terapan yang berlaku khusus. Etika khusus ini masih dibagi lagi menjadi etika individual dan etika sosial. Etika sosial
dibagi menjadi:
(1) Sikap terhadap sesama;
(2) Etika keluarga
(3) Etika profesi misalnya etika untuk pustakawan, arsiparis, dokumentalis, pialang informasi
(4) Etika politik
(5) Etika lingkungan hidup
serta
(6) Kritik ideologi Etika adalah filsafat atau pemikiran kritis rasional tentang ajaran moral sedangka moral adalah ajaran
baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban dsb. Etika selalu dikaitkan dengan moral serta
harus dipahami perbedaan antara etika dengan moralitas.

January 6, 2010

Penerbangan 447, Cerita Misteri Terbaru!

Filed under: TULISAN — sasteralupus @ 5:04 pm

KOMPAS.com — Kalau sempat menonton film layar lebar Night at Museum 2: Battle of the Smithsonian, kita pasti berjumpa dengan tokoh bernama Amelia Earhart. Aktris Amy Adams memerankan dengan apik sosok perempuan jago terbang itu mendampingi Ben Stiller sebagai tokoh culun Larry Daley. Amelia cantik, pemberani, dan cerdas!

Cuma, banyak dari kita mungkin tak tahu persis bagaimana ajal menjemput perempuan kelahiran 24 Juli 1897, sementara dunia malah menorehkan nama cewek asal Atchison, Kansas, Amerika Serikat, itu sebagai yang pertama terbang solo melintasi Samudera Atlantik.

Ironis sekaligus tragis, putri pasangan Samuel “Edwin” Stanton Earhart (1868-1930) dan Amelia Otis Earhart (1869-1962) justru raib bak ditelan hamparan air laut Samudra Pasifik di dekat Pulau Howland dalam usaha untuk melakukan penerbangan keliling dunia. Catatan resmi kejadian itu adalah 2 Juli 1937. Istri George P Putnam itu pun dinyatakan tewas pada 5 Januari 1939 seusai pencarian panjang tanpa hasil.

Long Island, musim panas 1996. Buku Flight TWA 800 mengisahkan si reporter takut terbang, Jack O’ Hara. Ketimbang naik burung besi, saat harus meliput pacuan kuda di Maryland, Mei 1995, O’ Hara yang lama berkecimpung di rubrik olahraga ini memilih mengemudikan mobil, menempuh jarak 275 kilometer dari New York.

Masalahnya adalah, wartawan stasiun televisi ABC ini harus menuju Paris. Soalnya, Tour de France tengah digelar di ibu kota Perancis itu. Dari Negeri Abang Sam (AS), tanpa ada pilihan lain, O’ Hara mesti bertarung dalam hati, membuang ketakutannya naik pesawat terbang.

Jadilah, ditemani istri dan anaknya, O’ Hara akhirnya ada dalam daftar nama penumpang pesawat bernomor penerbangan TWA 800 rute New York- Paris, Rabu 17 Juli 1996. Inilah penerbangan terakhir bagi O’Hara.

Waktu menunjukkan pukul 08.45 malam. Pesawat Boeing 747-100 yang mengangkut 230 penumpang termasuk awaknya itu meledak di ketinggian 4.175 meter. Posisinya persis di atas Samudera Atlantik, 12 mil lepas pantai Long Island meninggalkan Bandar Udara Kennedy, New York.

Sedianya, pesawat naas itu bakal menempuh 7 jam 15 menit ke Bandar Udara Charles de Gaulle, Paris. Namun, nasib mengantar seluruh nyawa penumpang mencapai ajal, menyusul sukma Amelia Earhart, persis 59 tahun lebih 15 hari, selisih waktunya!

Tak butuh waktu lama untuk membiarkan berbagai spekulasi, termasuk analisis, penyebab kejadian bermunculan. Mulai dari terorisme sampai misil musuh Abang Sam. Namun, bahkan hingga kini, jawaban atas asal mula terjadinya peristiwa itu tinggallah teka-teki abadi.

Masih misteri

Kini, paling gres tentunya adalah hilangnya Airbus A330-200 Air France pada Senin (1/6) dalam penerbangan dari Rio de Janeiro ke Paris. Pesawat berpenumpang 228 termasuk awaknya itu hilang di atas Kepulauan Fernando de Noronha, wilayah Brasilia, di atas Samudra Atlantik.

Harian Kompas, Rabu (3/6) menulis, memang tidak ada panggilan darurat (mayday call) yang dikirimkan oleh pesawat bernomor penerbangan AF 447 ini kecuali pesan otomatis yang dikirimkan pada pukul 11.14 malam atau hampir empat jam setelah tinggal landas. Ketinggian pesawat saat itu 10.600 meter (35.000 kaki) dan kecepatan 840 km per jam (520 mph).

Pesan itu melaporkan adanya problem teknis bahwa sistem listriknya tidak bekerja. Sinyal itu dikirim bukan sebagai sinyal darurat, tetapi sebagai laporan otomatis bagi sistem pemeliharaan Air France. Tidak adanya sinyal darurat memunculkan dugaan bahwa pesawat mengalami problem mendadak.

Karuan, sama seperti kisah TWA, dua karib—spekulasi dan analisis—berseliweran di media massa, mulai dari perkiraan pesawat itu terbang terlalu pelan, hingga sambaran petir di lintasan jalur perjalanan pesawat yang diklaim paling aman itu. Keduanya pun menjadi materi omong-omongan paling hot di berbagai belahan dunia sejak di meja makan, boleh jadi, juga di ranjang.

Sementara pencarian oleh pihak berwenang belum tuntas, profesor Clint V Oster Jr dari Universitas Indiana di Bloomington, Indiana, sudah mewanti-wanti akan sukarnya mencari penyebab pasti peristiwa memilukan itu.

Soalnya, selalu ada faktor saling berkait yang tak bisa ditinggalkan begitu saja. Menurut hemat pakar bidang Kemasyarakatan dan Lingkungan itu, penyebab kecelakaan pesawat terbang mesti ditinjau mulai dari soal-soal permesinan yang makin canggih hingga rupa-rupa pertimbangan. Acap, hal-hal nonteknis macam politik pun ikut-ikutan terselip. “Pada intinya, tak ada penyebab tunggal,” tegasnya.

Nyatanya, berbumbu alasan intrik sosial, teori sekaligus konspirasi, hilangnya Amelia Earhart dengan pesawat bermesin kembar Lockheed Electra adalah legenda. Belum lagi, sepotong kisah tanpa akhir pada kecelakaan kapal terbang Flight 19 di atas Bermuda pada 1945.

Lalu, berturut-turut, kecelakaan Boeing 747 bernomor penerbangan 295 milik South African Airways rute Johannesburg ke Taiwan pada 1987 di Samudra Hindia, belum ada penjelasan sebab-musababnya. Yang mencuat ke permukaan justru laporan detik-detik akhir soal pilot yang merokok di kabin pesawat malang itu.

Misteri pun masih setia menari-nari di benak manakala kecelakaan pesawat US Air 427 di Aliquippa, Pennsylvania, yang menewaskan 132 penumpangnya terjadi pada 1994.

Lalu, jawaban pun tak kunjung tiba tatkala Boeing 777 British Airways, pada Januari 2008, sedikit terjerembap di landasan pacu Bandar Udara Heathrow London yang melukai 19 dari 152 penumpangnya. Kok bisa ya pesawat kehilangan daya?

Dari awal, mestinya kita mafhum, jika pencarian pun akhirnya tak berujung, penerbangan AF 447 pun bakal menjadi cerita misteri penerbangan terbaru penambah panjang deretan tragedi tak terjawabkan kecelakaan pesawat terbang. Tapi, semoga ini menjadi yang terakhir.

Josephus Primus

Etika Auditor Menerima Parsel

Filed under: TUGAS — sasteralupus @ 4:07 pm

apakah layak seorang auditor menerima parsel ???
adat keramahtamahan di Indonesia tidak dapat dihilangkan untuk saling memberi, tapi dalam berpatner kerja saling memberi ini suka disalah artikan oleh beberapa orang.
dalam hal tertentu selama tidak mengandung sisi yang negatif, pemberian parsel kepada auditor tujuan sebagai silatuhrahmi, dan tidak untuk tujuan tertentu menurut saya boleh saja selama tidak melanggar juga etika etika yang ada.

Prinsip-prinsip Etika

Filed under: TUGAS — sasteralupus @ 4:01 pm

• Berprasangka baik
• Perlakukan orang lain sebagaimana Anda ingin diperlakukan.
• Perhatikan kesopanan
• Upayakan selalu suatu kesepakatan
• Berdebatlah mengenai atau berdasarkan fakta, jangan personal.
• Jangan abaikan pertanyaan
• Lapang dada terhadap suatu tanggapan jika Anda tidak memiliki jawaban untuk itu, atau berterusteranglah jika Anda pendapat Anda dilandasi oleh intuisi atau selera.
• Jangan enggan untuk mengucapkan maaf
• Maafkan dan lupakanlah suatu masalah.
• Beri pujian jika pantas diucapkan.
• Akui kemungkinan adanya faktor subjektif dalam diri Anda dan selalu usahakan sudut pandang netral.
• Bantulah untuk menengahi perbedaan pendapat.
• Jika perdebatan memanas, tenangkan dulu pikiran, atau usulkan untuk menghentikan sementara perdebatan.
• Ingatlah selalu kesalahan-kesalahan
• Hindari pembalikan dan penghapusan jika memungkinkan, kecuali dalam kasus vandalisme.
• Ingatkan diri Anda bahwa Anda berurusan dengan manusia lain.

Lemahnya Pengawasan BI terhadap Bank Century

Filed under: TUGAS — sasteralupus @ 3:57 pm

JAKARTA, KOMPAS.com Kasus Bank Century mencerminkan lemahnya pengawasan Bank Indonesia (BI) sebagai bank sentral terhadap bank-bank umum. “Masalah Bank Century bukan hanya soal administrasi, tetapi soal lemahnya BI,” kata Wakil Ketua Panitia Anggaran DPR RI Harry Azhar Azis di Gedung DPR/MPR Jakarta, Selasa (25/11).

Sesuai ketentuan, kata Harry, bank-bank umum mendapat pengawasan ketat dari bank sentral. “Seharusnya kasus seperti ini sudah bisa diketahui tiga bulan sebelumnya,” katanya.

Lemahnya pengawasan juga terjadi pada bank Indover. Dia berharap mekanisme pengawawan bank sentral terhadap bank-bank umum ditingkatkan agar kasus kedua bank tersebut tidak terjadi pada bank lain dan masyarakat dapat terhindar dari kerugian.

Kasus Bank Indover telah dilaporkan Deputi Senior BK Miranda Goeltom kepada Ketua DPR Agung Laksono, akhir Oktober 2008. Inti laporan itu adalah etrjadinya pembekuan operasi Bank Indover oleh Bank Sentral Belanda (DNB) pada Oktober 2008.

Bank Indover mengalami kesulitan likuiditas akibat penurunan secara drastis “money market line” sebagai dampak gejolak pasar keuangan global.

Agung laksono mengakui, BI sebagai pemegang 100 pesren saham Bank Indover telah meminta pendapat DPR. Pada intinya, DPR tidak keberatan apabila BI selaku pemilik melakukan langkah-langkah untuk menangani permasalahan Bank Indover.

Namun diingatkan agar langkah yang akan ditempuh BI tetap memeprhatikan dan tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku. Agung mengemukakan, perlu dilakukan investigasi atas kasus Bank Indover dan siapapun yang terlibat dalam pelanggaran hukum harus ditindak.

DPR memahami keputusan BI untuk tidak menyelematkan Bank Indover agar BI tidak menanggung resiko hukum di kemudian hari, sebagaimana kasus BLBI yang belum tuntas.

menurut saya akibat banyaknya Jumlah bank di Indonesia yang saat ini mencapai sekitar 240 buah, merupakan terbanyak ke dua setelah Brasil, yang tersebut menyebabkan persaingan dalam industri
perbankan semakin ketat. Hal itu juga berdampak pada mahalnya biaya
dana karena masing-masing bank berlomba menarik dana dari masyarakat,
baik dengan tawaran hadiah maupun bunga yang tinggi. Agar dapat memenangkan persaingan, bank-bank dituntut untuk menekan
spread (selisih antara bunga pinjaman dengan bunga deposito) yang
merupakan pendapatan bank. Padahal biaya operasi bank
semakin meningkat, seperti biaya telepon sampai menggaji para
profesional. oleh karna itu pemerintah harus bijak dalam memberikan kebijakan – kebijakan yang ditetapkan agar tidak memberatkan semua pihak.

December 30, 2009

cerita lucu deh ttg calon putri indonesia

Filed under: TULISAN — sasteralupus @ 3:07 pm

Pada pemilihan putri Indonesia kemarin ada sebuah cerita yang tidak ter-expose. Cerita ini terjadi pada saat seleksi (wawancara) antara Juri dengan peserta dari DKI yang akhirnya jadi juara. Begini ceritanya :

Juri : “Selanjutnya, tolong anda sebutkan tokoh idola Anda…”
Putri DKI : “Ehm… sebagai seorang yang nasionalis, saya mengidolakan orang Indonesia… dia adalah Pangeran Diponegoro“.

Begitu mantap dan meyakinkan kata-kata yang meluncur dari putri DKIini…Juripun begitu terkesan dan kagum padanya, seorang gadis cantik dan muda muda seperti dia ternyata sangat nasionalis dan bangga dengan tokoh dalam negeri.
Kemudian Juri melanjutkan pertanyaan dengan pertanyaan-pertanyaan yang ringan-ringan saja, tentunya seputar Pangeran Diponegoro.”Kalau begitu, anda pasti tahu kapan Pangeran Diponegoro meninggal kan?”

Tapi, reaksi sang putri sangat mengagetkan Juri, dengan terbata-bata dan penuh rasa kaget dia bertanya, “APPAAA ??? MENINGGAAALLL???…INNALILLAAHI … ”
Tentu saja Juri ikut-ikutan kaget dan kecewa dengan reaksi putri DKI itu.Singkat cerita, tanya jawab itu selesai sudah. Tapi, tidak demikian dengan sang putri DKI… Kabar mengenai meninggalnya Pangeran Diponegoro sangat menyedihkan hatinya. Sampai di luar ruangan, dia bergegas menemui salah seorang peserta lainnya, dari Yogya.Tanpa menunda waktu, putri DKI mengkonfirmasi kebenaran berita meninggalnya sang idola, Pangeran Diponegoro…”Mbak, maaf ya… apa benar sih Pangeran Diponegoro sudah meninggal???”, begitu tanya putri DKI kepada putri Yogya.

Tentu saja pertanyaan itu menggelikan bagi putri Yogya…tapi, bagaimanapun dijawabnya juga, “Lho, kan sudah lama mbak… masa mbak nggak tahu sih ?”
Putri DKI langsung memotong, “Ooo, sudah lama ya, kok saya belum pernah denger ya ? Kapan sih mbak ???”

Dengan menahan geli, putri Yogya menjawab, “Yaa… sekitar delapan belas tigapuluh (1830) mbak… ”
Kembali putri DKI memotong, “Haaaah….delapan belas tiga puluh????????? habis Magrib dong !!!”….

Older Posts »

Create a free website or blog at WordPress.com.