Sasteralupus's Blog

April 17, 2010

tugas manajemen strategik sastera

Filed under: TUGAS — sasteralupus @ 5:33 am

1. MODEL LIMA KEKUATAN PERSAINGAN



2. BAGAN RANTAI NILAI

Analisis Rantai Nilai(Value Chain)

3. BAGAN STRATEGI M-PORTER

4.  cara mendapatkan harga pokok  berbiaya rendah dan dijual dengan harga bersaing

1.pembuatan forecasting produksi dan pendistribusian barang menjadi lebih efisien

2.pemantauan keberadaan dan ketersediaan inventory menjadi lebih mudah

3. meningkatkan promosi

4. menghemat dana dari biaya tenaga kerja

5.kerugian out of stock dan penyusutan barang, mencegah pemalsuan serta menjamin keamanan dan kelayakan produk

5. wal-mart store Inc

Wal-Mart Store Inc. adalah pengecer terbesar di dunia, yang didirikan oleh Sam Walton bersama saudaranya Bud Walton pada tahun 1962. Perusahaan Wal-Mart terdiri dari Wal-Mart Discount Stores, Wal-Mart Supercenter, Sam’s Club, Neighborhood Markets dan ASDA. Wal-Mart yang bermarkas di Bentoville, Arkansas, mulai mencatatkan sahamnya di bursa saham New York pada tahun 1972. Wal-Mart beroperasi di banyak negara, antara lain di Argentina, Brasil, Britania Raya (dengan nama ASDA), di Jepang dengan nama Seiyu, di Kanada dan Meksiko (dengan nama Walmex), di Puertorico dan di RRC.

Wal-Mart bertujuan untuk menawarkan harga rendah bagi banyak orang. Misi Wal-Mart adalah menurunkan biaya hidup dunia. Filosofi Wal-Mart adalah memungkinkan orang dari tingkat rata-rata untuk membeli lebih banyak produk serupa yang dulunya hanya tersedia bagi orang-orang kaya. Wal-Mart mengganti slogan mereka dari “Wal-Mart, always low prices, always / We Sell For Less Every Day,” menjadi “ Save Money, Live Better.” Yang berarti dengan menghemat pengeluaran, maka keluarga dapat memiliki kehidupan yang lebih baik.

Wal-Mart menyediakan produk-produk kebutuhan rumah tangga, obat-obatan, makanan, minuman dan barang-barang umum lainnya. Wal-Mart menawarkan merek toko, dimana merek label pribadinya tersebut dapat ditemukan di semua

kategori Wal-Mart. Wal-Mart juga memiliki Sam’s Choice, dimana produk

minumannya diproduksi oleh Cutt Beverages, sedangkan produk lainnya, seperti

cookies, makanan ringan, makanan beku dan sebagainya dibuat oleh berbagai produsen makanan dan agricultural. Selain itu, Wal-Mart memiliki nilai besar yang diluncurkan tahun 1993, dimana label dan kemasan diproduksi oleh sejumlah perusahaan makanan dan pertanian. Nilai besar ini menawarkan irisan roti, sayuran beku, frozen dinners, makanan kalengan, light bulbs, tas sampah, dan sebagainya. Selain itu, Wal-Mart juga menjual pakaian, homelines, Hardlines, dan sebagainya.

Wal-Mart berhasil karena mampu memperkecil marjin, memperbesar proses bisnis agar efisien, mencari penyalur yang paling murah, memotong perantara, memperkecil biaya transportasi, mengadaptasi sistim teknologi baru yang makin efisien, berkomitmen pada bisnis, mengontrol pengeluaran dan membuat parameter yang lebih tinggi untuk kepuasan konsumen.

Wal-Mart menampilkan lini produk yang luas, membuat label privat, dan menerapkan strategi penyediaan stok barang yang bervariasi. Wal-Mart memberi keterampilan pada karyawannya untuk melayani pelanggan. Sam Walton pun mengingatkan karyawannya, bahwa penghasilan mereka datang dari konsumen. Sam juga meminta agar karyawannya ramah pada pelanggan baik di toko maupun di luar toko. Wal-Mart juga memberi jenjang karir dan pensiun pada karyawannya.

Wal-Mart melaksanakan supply chain management untuk mengidentifikasi pemasok dan distributor yang lebih unggul, agar biaya perusahaan menurun, dan produktivitas meningkat, sehingga harga jual produk menjadi murah. Strategi awal Wal-Mart adalah memberi diskon, strategi diskon pada Wal-Mart adalah yang pertama di dunia. Selain itu, Wal-Mart menciptakan image baik dengan menyumbang untuk karya amal, mengurangi sampah plastik, membantu pedagang lokal, menjual bahan organik, memberi beasiswa, memperbaiki kesejahteraan karyawan dan menjalin hubungan baik dengan pesaingnya. Dan Wal-Mart mengembangkan bisnisnya dengan melakukan ekspansi di dalam maupun di luar negeri, serta memasuki sektor ritel baru.

Wal-Mart menerapkan konsep self service, sehingga transaksi penjualan dapat dilakukan di satu pusat pembayaran. Wal-Mart juga mengembangkan sistem informasi marketing untuk menganalisa perilaku konsumen, mengumpulkan data realtime dari transaksi penjualan dan pergudangan serta menjamin sistem pemasokan inventory. Wal-Mart juga menjaga Physical Efidencenya dengan lokasi yang strategis, nyaman, bersih, cukup penerangannya dan membuka toko meski pada hari libur.

Wal-Mart memanfaatkan teknologi informasi untuk mengurangi biaya perusahaan, bekerjasama dengan pemasok, mendukung ekspansi, menciptakan produk yang diferensiasi dengan penuh inovasi. Investasi pada teknologi informasi pada Wal-Mart dimaksudkan untuk membangun biaya perpindahan ke dalam hubungan antara Wal-Mart dengan pelanggan dan pemasoknya. Teknologi informasi Wal-Mart adalah teknologi informasi terbesar kedua setelah Pentagon. Wal-Mart adalah peritel pertama yang memanfaatkan komunikasi satelit global untuk pemesanan barang dagangan, pengisian barang, pemantauan barang dan bekerjasama dengan pemasok secara online dan otomatis, misalnya dengan Protector and Gamble.

Wal-Mart menggunakan label cerdas yang didasarkan dari teknologi penelusuran identifikasi frekuensi radio (RFID), yang terdiri dari pembaca, label cerdas dan microchip yang dicantelkan pada antena. Sistim RFID dimulai pertama kali di Wal-Mart pada April 2004. Dengan RFID pengecer dapat menyiagakan pengusaha pabrik sebelum rak-rak kosong dan produsen barang konsumen dapat melengkapi jaringan pasokan sehingga tidak memproduksi atau mendistribusikan barang terlalu banyak atau terlalu sedikit. Wal-Mart pun mengharuskan semua pemasok menerapkan RFID. Dengan RFID perusahaan dapat mengidentifikasi dan melacak keberadaan suatu produk. Tag RFID memiliki electronic product code (EPC) yang berisi data produk, seperti nomor seri, tanggal produksi, lokasi manufactur, tanggal kadaluarsa, dan lain-lain.

Melalui sistem point of sales Wall-Mart dapat mengidentifikasi setiap item yang dijual dengan harga yang dapat ditemukan dikomputer dan database, data penjualan menjadi akurat, serta penjualan, reordering dan inventarisasi dapat dianalisis, dan data disampaikan ke markas melalui satelit.

Wal-Mart membuat situs web multimedia untuk mengatasi persaingan dan merespon fluktuasi pasar. Wal-Mart memudahkan pelanggannya untuk dapat melakukan transaksi via ATM, kartu kredit, online melalui PDA atau handphone.

Wal-Mart menginstal jalur self checkout untuk mempercepat pelanggan yang merasa terganggu, melewati tahap final pembelanjaan. Dan dengan bar code scanners, Wal-Mart yang dapat merekam penjualan setiap item, membuat informasi untuk reordering dan analisa penjualan. Wal-Mart juga mengembangkan Universal Product Code (UPC) System, untuk mengidentifikasi produk dengan nomor dan coding yang ditampilkan dalam foto. Selain itu, Wal-Mart menerapkan trend teknologi pada mesin kasirnya, seperti trend e-Retailing, e-Price Comparation, Quick and Efficient Customer Response (QECR). Wal-Mart juga menerapkan jaringan hubungan spoke dari pusat distribusi, serta sistem manajemen pengetahuan perusahaan (Retail link) dengan membatasi pertumbuhan persediaan barang sambil membuka toko baru dan meyakinkan para pemasok untuk memanfaatkan peluang yang di dapat di ekstraksi dari keseluruhan informasi data yang ada.

Administrasi Umum

Manajemen Sumberdaya Manusia

Riset, Teknologi dan Pengembangan sistem

Pembelian

Logistik     Operasi    Logistik   Pemasaran    Pelayanan

ke dalam                     ke luar    & pejualan

Kegiatan Utama

Gambar 3.18. Rantai Nilai


Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: